saya mau jadi Provokator! :p
kemarin pagi di halaman facebook saya bermunculan notifikasi teman-teman saya menulis di wall “say-NO-to-Megawati”. saya iseng, dan saya buka halaman tersebut. yang saya lihat adalah hujatan-hujatan terhadap ex. presiden RI ini. miris rasanya disaat ‘masa tenang’ yang seharusnya adalah masa dimana kita benar-benar menentukan pilihan kita, tanpa kampanye (baca : tanpa diprovokasi), malah ada oknum yang tidak bertanggung jawab membuat teknik provokasi semacam ini. kemudian page ini pun diikuti oleh ribuan orang, mungkin hari ini atau besok bisa mencapai puluhan ribu orang. saya bingung, mereka ini memang benar-benar mengerti atau memang hanya ikut-ikutan saja? dan saya yakin, bila hari ini saya buat sebuah account/halaman/atau apalah itu yang bertuliskan “say NO to Prabowo”, “say NO to SBY”, “say NO to JK”, “say NO to Wiranto”, “say NO to Muhaimin Iskandar”, saya pasti akan mendapatkan paling sedikit 500 pendukung hari ini juga! tapi belum tentu saya bisa mendapat pendukung sebanyak itu jika saya membuat halaman “say NO to drugs” ahahahhaa…… cara provokasi semacam ini memang sangat sangat sangat mudah. hanya cukup klak klik, tanpa perlu “Tanggung Jawab” sedikit pun.
kenapa ya kita sangat mudah di provokasi?
yang menurut saya paling lucu itu, ketika agresi Israel ke Palestina kemarin. masyarakat memboikot KFC dan McD. kemudian di Email saya masuk, boikot Starbucks karena pemiliknya zionis, dan muncul nama-nama restoran Amerika lainnya yang diboikot juga, seperti Arbys, Domino’s Pizza, Baskin Robin, dll. saya tidak mengerti dimana relasi semua itu. karena itu semua produk Amerika? dan Amerika mendukung Israel? hahaha.. lucu! dengan memboikot segala produk Amerika di Indonesia itu, ya berarti mereka justru merugikan bangsa sendiri. franchise restoran-restoran tsb kan sudah dibeli oleh kita, pekerja-pekerja nya juga orang kita. berarti mereka mau teman ‘sebangsa’ nya kesusahan..
oh iya, waktu serangan Israel itu juga, seingat saya, ada gereja di Surabaya yang disegel karena dianggap beraliran Yahudi. ya ampuuun… wong yang perang jauh di belahan bumi sebelah mana, kok malah kita ya yang sibuk? beraliran Yahudi tapi kan isinya bukan orang Israel juga. ckckck… sepicik itu kah kita? daripada mereka sibuk-sibuk melakukan aksi segel/boikot/demo, lebih baik mereka berangkat ke Palestina saja menjadi relawan.
mudah sekali loh memprovokasi bangsa kita itu. karena kita cenderung mendengar informasi hanya dari satu sisi saja dan tidak ditelaah, tidak dicerna kebenarannya. dan bahkan banyak yang hanya ikut-ikutan saja. kenapa ya? yang pasti salah satu faktornya karena kualitas SDM, tingkat ekonomi, dan pemerintah juga. selain itu kita juga lebih senang menyelesaikan suatu masalah dengan ‘otot’ bukan ‘otak’.
maka dari itu saya menyimpulkan, profesi paling mudah di Indonesia : Provokator
kalau gitu saya jadi provokator aja kali ya? soalnya susah nih dapet kerja. hahahahaa…